6 Strategi membuat Killer Content

indoincome killer content

Bagaimana Anda melakukan penjualan di era social marketing seperti sekarang?
Bagaimana produk Anda dapat memberikan nilai tambah bagi customer?
Sesungguhnya, apa yang Anda “lempar” ke social media?

Jawabnya adalah konten. Konten yang biasa-biasa saja akan menghasilkan penjualan yang sedang-sedang saja, namun konten yang direncanakan dengan baik akan menghasilkan penjualan yang lebih baik, kami merasa inilah saat yang tepat bagi Anda untuk mempelajari strategi membangun konten yang ‘mematikan’ (the killer content) tersebut untuk meningkatkan penjualan Anda. Tidak ada lagi waktu yang lebih tepat mempelajari hal ini daripada sekarang! Practical help

Tidak bisa lagi membuat konten yang seadanya, konten harus relevan dan luar biasa !

Ambillah 1 hari acak dalam 1 minggu, maka Anda akan menemukan 1 jenis pekerjaan yang selalu dikerjakan oleh seorang inbound marketer: membuat konten baru Marketer pada umumnya membuat konten hanya pada saat adanya kebutuhan internal perusahaan, misalnya mempromosikan produk baru, namun seorang inbound marketer harus mengubah pendekatan yang seperti ini. Saat ini, marketer harus memproduksi konten secara teratur, dari blog post, update social media, video, ebook, ataupun webinar. Konten ini memiliki bermacam-macam peran: meningkatkan ranking di search engine, meningkatkan traffic ke website, dan merawat prospek yang sudah ada. Namun, tidak bisa sembarangan konten, harus konten yang relevan dan luar biasa.

Menghasilkan konten baru secara rutin bisa jadi melelahkan, ketika inspirasi tengah kering, Anda pun bisa jatuh ke dalam 2 macam jebakan: pertama, jika Anda berhenti memproduksi blog post, video, ebook atau jenis konten lainnya, berarti Anda menghentikan pemicu penting bagi traffic dan prospek Anda, atau, jebakan lainnya jika Anda panik dan memberikan konten yang tidak cocok bagi audiens Anda, serta berisiko mendatangkan tipe visitor yang tidak sesuai dengan target Anda dan yang paling merugikan apabila Anda ditinggalkan prospek utama.

Jadi bagaimana Anda dapat menangani ini semua?

Bagaimana Anda berpikir layaknya seorang publisher?

Ini tentang membantu Anda untuk mengembangkan strategi editorial untuk menarik bisnis bagi Anda. Pada halaman berikutnya, kita akan mendiskusikan 4 langkah utama untuk mengembangkan ide konten yang akan meningkatkan kesuksesan pemasaran Anda: Mengenali audiens Anda, melakukan audit atas konten, memetakan konten ke dalam siklus pembelian, dan membuat kalender editorial. Kami juga menyertakan 10 tips penting untuk membantu Anda menghasilkan ide konten yang menarik sehingga Anda dapat menjangkau prospek yang lebih banyak lagi dan mengkonversinya menjadi sebuah penjualan. Pastikan Anda tidak kehabisan ide konten lagi mulai dari sekarang!

1. Kenali Audiens Anda

indoincome kenalli_audience_anda

Bangun Personifikasi Pembeli Anda

Seorang inbound marketer (marketer yang memilih menggunakan strategi untuk menarik customer datang ke perusahaan daripada melakukan penjualan langsung) harus mempunyai gambaran mengenai audiensnya agar dapat merancang konten yang optimal seperti layaknya publisher. Siapakah customer atau prospek yang ideal? Apa yang menjadi perhatian, kebutuhan, minat terbesar mereka? Dari manakah Anda dapat menarik mereka – melalui search engine, social media, atau blog – dan konten seperti apa yang menarik perhatian mereka? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dapat membantu Anda untuk mengembangkan personifikasi pembeli.

Personifikasi adalah penjelasan fiksional yang dapat menggambarkan customer ideal Anda, berdasarkan data nyata termasuk data demografis dan perilaku mereka saat online, bersama dengan spekulasi mengenai sejarah atau latar belakang, motivasi, dan
perhatian mereka.

Mengembangkan personifikasi dapat dimulai dengan melakukan riset atas pelanggan (customer) yang sudah ada untuk mengidentifikasi tipe pembeli yang paling umum atas produk atau jasa Anda. Anda bisa jadi memiliki lebih dari satu tipe pembeli, namun masingmasing harus disertai deskripsi detil, termasuk nama, titel kerja atau peran, informasi industri atau perusahaan dan informasi demografis.

Sebagai contoh, komunitas pelanggan sebuah bank dapat terdiri dari pemilik bisnis kecil dan ibu-ibu yang mengatur akun bank untuk keluarga kecil. Dalam kasus ini, pemasar bank dapat menamakan personifikasi pembeli dengan “Bob, si pemilik bisnis” dan “Mary, ibu yang sibuk” dan juga penjelasan detil mengenai tanggung jawab mereka, ukuran tipikal pendapatan bisnis atau rumah tangganya, pada daerah geografis manakah mereka tinggal, dan seterusnya.

Berdasarkan profil tersebut, Anda dapat menarik garis kesulitan (pains), kebutuhan (needs), dan jenis tantangan (challenge) masing-masing personifikasi dengan menanyakan beberapa pertanyaan berikut:

  • Permasalahan terbesar apakah yang mereka coba selesaikan?
  • Apakah kebutuhan terbesar mereka?
  • Informasi apakah yang mereka coba cari?
  • Trend apakah yang mempengaruhi kesuksesan bisnis atau pribadi?

Melakukan analisa terhadap jalur perubahan dari seorang prospek yang berhasil dikonversi menjadi pelanggan merupakan strategi yang bagus untuk mendapatkan pemahaman kebutuhan (needs) dan tantangan (challenge) atas target audiens Anda.

Analisis jalur atas pelanggan dapat menentukan target pelanggan baru dengan
lebih akurat

Contoh :
Dalam kasus bank tadi, “Bob, si pemilik bisnis” mempunyai tipikal mencari jasa yang ditawarkan oleh beberapa merchant seperti pembayaran secara elektronik dan servis yang bisa memberikan kredit usaha. Suatu ketika dia membaca sebuah artikel mengenai pembayaran secara elektronik dapat meningkatkan arus kas dan riset mengenai batas kredit dapat mendanai kegiatan operasi yang sedang berjalan. Berdasarkan aktivitas tersebut, kesulitan (pains) / kebutuhan (needs) /tantangan (challenges) personifikasi dari Bob adalah :indoincome alur pelanggan

Mengembangkan Profil Pembeli

Selanjutnya adalah mengembangkan profil dari masing-masing tipikal perilaku pelanggan saat mereka online. Setelah Anda mengetahui siapa mereka dan kebutuhan mereka, sekarang pikirkan semua cara atau pencarian yang mungkin mereka tempuh untuk melakukan pembelian dari website Anda maupun website lainnya. Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan yang seharusnya Anda tanyakan:

  • Apa yang mereka lakukan saat online? Apakah mereka membaca blog? Apakah mereka aktif di Twitter, Facebook, atau jejaring sosial lainnya? Pencarian yang bagaimanakah yang mereka lakukan? Apakah mereka berlangganan berita melalui email?
  • Informasi apakah yang cenderung mereka cari secara online? Edukasi? Artikel masa kini yang sedang tren? Alat interaktif seperti kalkulator atau kertas kerja (worksheet)? Apakah mereka menonton atau mendengarkan podcasts?
  • Produk manakah yang mereka habiskan waktu paling banyak untuk pencariannya?
    Bagaimana mereka akan menggunakan produk tersebut?

Hasil dari proses ini seharusnya menjadi deskripsi detil atas demografis, kebutuhan, dan perilaku personifikasi pembeli Anda. Lebih banyak detil yang Anda masukkan sebagai informasi personifikasi, semakin mudah bagi Anda untuk membangun konten bagi masingmasing target pelanggan dan kemana Anda harus mempromosikan konten tersebut.

baca kelanjutan strategi #2 di : killer content lakukan audit konten

Anda mungkin juga berminat

Isikan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

PRO BLOGGING ULTIMATE GUIDE

Panduan Menjadi Blogger Profesional
DOWNLOAD GRATIS
Close
Maksimalkan blog untuk mencapai kebebasan finansial.
Mohon isi data, kami akan kirim eBook ke email Anda.
close-link

Gabung Komunitas Indoincome Sekarang!

close-link

Panduan Lengkap
Blogger Profesional

Segera download eBook Premium ini sebelum quota gratis habis.
1. Bagaimana membuat professional blog
2. Bagaimana menulis konten evergreen
3. Mengenal SEO dan strategi SEO
4. List tools blogging freemium
5. Checklist membuat SEO artikel
Dan banyak lainnya...
close-link

close-link
Tweet
Share2
+1
Share
Pin
2 Shares