7 Kiat Sukses Pebisnis Gudeg Pejompongan Beromzet Ratusan Juta Sebulan

Kisah Pebisnis Gudeg Pejompongan: Memiliki omzet ratusan juta rupiah sebulan bukanlah hal mudah bagi setiap orang.

Namun dengan kegigihannya, Gudeg Pejompongan dapat memberikan omzet yang begitu banyak dan membuat kisah inspiratifnya patut dicontoh.

Penasaran dengan motivasi yang akan kita peroleh dari Gudeg Pejompongan?

Gudeg Pejompongan: Bisnis Kuliner Khas Indonesia yang Fenomenal

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman hayati dan budaya. Keberagaman tersebut patut menjadi kebanggaan setiap warganya. Karena keragaman tersebut tidak dimiliki oleh negara lainnya.

Keragaman budaya yang dimiliki oleh tanah air ini bahkan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung di Nusantara. Budaya dan tradisi di Indonesia tidak terlepas dari kuliner khas daerah. Salah satu kuliner khas yang populer dan terkenal di Indonesia adalah Gudeg.

pebisnis jogja 2

Makanan khas Jogja ini memang menjadi salah satu sajian yang banyak diburu oleh para wisatawan yang bertandang ke Kota Pendidikan tersebut.

Namun, Anda yang tinggal di Jakarta tidak perlu ke Jogja untuk menikmati makanan yang terbuat dari nangka ini. Pasalnya, sejak tahun 1964 telah berdiri rumah makan gudeg di Bendungan Hilir, Jakarta.

Rumah makan ini bernama Gudeg Pejompongan dan cukup populer bagi penikmat kuliner di Jakarta. Selain itu, bisnis rumah makan ini juga ber-omzet ratusan juta dalam sebulan.

Untuk menjadi rumah makan khas yang sukses, tentu banyak hal yang harus dilakukan.

Mempertahankan Keaslian Rasa dari Generasi ke Generasi

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, Gudeg Pejompongan ini telah berdiri sejak tahun 90-an sehingga mempertahankan keaslian rasa dari generasi ke generasi menjadi hal yang penting dilakukan untuk tetap memberikan rasa yang sama dan menjadi ciri khas rumah makan ini.

Maka dari itu, tak heran jika rumah makan ini tetap eksis di warga Jakarta yang ingin menikmati makanan khas Jogja dengan cita rasa yang unik.

Kisah Pebisnis Gudeg Pejompongan dan Segudang Inspirasinya

Saat ini, salah satu generasi yang mengelola Gudeg Pejompongan ini adalah Ayuning Tri Astari yang merupakan cucu dari pendiri rumah makan Gudeg Pejompongan.

Selain mempertahankan dari segi rasa gudeg, bangunan rumah makan tersebut juga tidak mengalami perubahan sejak pertama kali berdiri.

Inilah beberapa kiat sukses ala Gudeg Pejompongan yang harus dimiliki para pebisnis muda.

Kiat Sukses 1: Inovatif & Kreatif

Rasa dari gudeg ini berbeda dibanding dengan gudeg di daerah asalnya. Hal ini dikarenakan Gudeg Pejompongan adalah gudeg yang telah mengalami adaptasi agar sesuai dengan lidah masyarakat umum untuk menikmati gudeg tersebut.

Adaptasi tersebut merupakan bentuk dari inovasi rasa yang dilakukan oleh pendiri Gudeg Pejompongan agar gudeg semakin dinikmati oleh banyak orang. Namun, meskipun begitu, gudeg yang disajikan tentu tidak meninggalkan cita rasa aslinya.

Kiat Sukses 2: Bekerja Keras dan Melihat Peluang

Menjadi seorang pebisnis memang harus pintar-pintar dalam melihat peluang.

Pada bisnis Gudeg Pejompongan ini misalnya, untuk menarik pelanggan warga Jakarta, pendiri rumah makan ini membuat penyesuaian rasa gudeg tanpa meninggalkan rasa aslinya.

Selain itu, kesuksesan rumah makan tersebut juga tidak terlepas dari kerja keras pendiri dalam menjalankan bisnis makanan khas Jogja ini.

Rumah makan Gudeg Pejompongan awalnya hanya sebuah rumah makan kecil di Bendungan Hilir yang lambat laun berkembang seiring dengan banyaknya pelanggan yang datang.

Pada saat ini, dalam satu bulan omzet rumah makan ini bisa mencapai angka Rp250 jutaan hingga Rp300 jutaan.

Kiat Sukses 3: Mengikuti Perkembangan Zaman

Meskipun merupakan restoran makanan khas tradisional, Gudeg Pejompongan tidak menutup diri dari perkembangan zaman yang begitu pesat.

Hal ini dapat dilihat dari pengelolaan bisnis rumah makan yang lebih modern. Misalnya, yaitu bekerja sama dengan supplier bahan baku pembuatan gudeg.

Sebagai restoran yang cukup besar, tentu akan sulit untuk melakukan pembelanjaan sendiri setiap harinya.

Kiat Sukses 4: Memilih Fokus & Totalitas

Ayuning Tri Astari mulai ikut mengelola bisnis keluarga ini saat ia menempuh pendidikan strata 1 di Universitas Atma Jaya tepatnya pada semester enam. Karena hal tersebut, ia memilih untuk cuti dari kuliah untuk membantu ibunya dalam mengelola bisnis rumah makan khas Jogja tersebut.

Rumah makan Gudeg Pejompongan pun semakin berkembang, hingga Ayuning memilih untuk fokus dan totalitas dalam membantu pengelolaan rumah makan ini.

Kiat Sukses 5: Berpikiran Terbuka

Untuk tetap bersaing dengan bisnis restoran lainnya, tentu diperlukan pikiran yang terbuka pada saran maupun kritik yang diberikan.

Hal ini juga terdapat dalam pebisnis restoran Gudeg Pejompongan dengan adanya pemakaian Go-Food dan Grab-Food untuk pelanggan yang ingin menikmati gudeg tanpa perlu berkunjung ke Bendungan Hilir.

Tentu saja, penggunaan jasa pengantar makanan tersebut membuat Gudeg Pejompongan ini semakin mudah untuk dinikmati oleh siapapun dan dimanapun.

Tidak heran makanya, jika omzet dari penjualan melalui Go-Food dan Grab-Food ini mencapai 30% dari omzet keseluruhan yang didapat restoran ini.

Kiat Sukses 6: Aktif Mengikuti Bazar atau Event Lainnya

Gudeg Pejompongan ini merupakan salah satu restoran yang tidak memiliki akun media sosial Instagram.

Untuk menyiasati hal tersebut, pengelola banyak mengikuti berbagai bazar atau event yang sering dilaksanakan di mall seperti Gandaria City dan Summercon Bekasi.

Meskipun tidak memiliki akun instagram, namun sudah banyak review tentang restoran ini. Hal tersebut tentu merupakan bagian dari hasil pengelola dalam memasarkan produknya secara aktif.

Kiat Sukses 7: Menjaga Kualitas

Menjaga kualitas produk atau barang yang dijual adalah salah satu kunci untuk meraih kesuksesan berbisnis dan mendapat kepercayaan pelanggan. Pengelola Gudeg Pejompongan juga melakukan hal tersebut.

Ayuning beserta keluarga yang mengelola rumah makan ini menjaga kualitas rasa gudeg dengan tidak menyediakan franchise pada masakannya.

Seperti yang kita ketahui, franchise sangat identik dengan makanan yang disajikan dengan instan, misalnya penggunaan kompor gas. Hal tersebut tidak bisa dilakukan untuk makanan seperti gudeg yang harus diolah dengan waktu yang cukup lama dan menggunakan kompor areng tradisional.

Tentu akan sangat sulit membuat gudeg franchise dengan cita rasa yang mirip dengan gudeg yang disajikan di Gudeg Pejompongan.

Sukses Butuh Waktu, Tapi Kitalah yang Memulainya

Setiap orang tentu punya timeline kesuksesannya sendiri-sendiri. Sangat benar jika kita tidak boleh menyamakan diri dengan orang lain dan merasa iri karena melihat kesuksesan rekan.

Namun demikian, meski punya waktu sukses sendiri, kitalah yang harus memulai langkah pertama seperti kiat yang diinspirasikan pemilik Gudeg Pejompongan.

Jadi, dari langkah mana Anda akan memulai bisnis sesuai passion? Lakukanlah langkah dan kiat sukses di atas dengan mengajak teman atau rekan dalam berbagi informasi seputar kesuksesan para pebisnis yang memulai semuanya dari nol.

Semoga artikel ini dapat semakin menambah semangat Anda dalam melangkah. Terima kasih.

Source Moneysmart Kumparan MediaIndonesia
Via Finansialku

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Maksimalkan blog untuk mencapai kebebasan finansial.
Mohon isi data, kami akan kirim eBook ke email Anda.
close-link
2 Shares
Share2
Tweet
Pin
Share